Selasa, 28 Mei 2013

Pacar Berhati Mulia (By: Farid Sodikin)

Alkisah....
Ada seorang Gadis cantik Jelita nan Manis Wajahnya, Tanpa disengaja Dia bertabrakan dengan seorang pria yang cukup Tampan dan baik hati pula. Dengan lembut sang pria pun bertanya “maaf mbak kamu nggak apa apa kan..??”(sambil menjulurkan tangannya kepada si gadis). Si gadis pun menjawab “ohh..gak papa mas”.
Nach....dari sini lah asal mula ceritanya.
Setelah 1 minggu kemudian mereka di pertemukan lagi di sebuah taman kota dan percakapanpun di mulai:
Cowok: “hay...mbak(dari kejauhan sambil melambaikan tangan)”
Cewek: “hay jga...lhow bukannya mas yang waktu itu nabrak aku ya.??”
Cowok: “hehe...iya mbak(malu sambil terengah engah habis lari)”
Cowok: “wach....kayaknya kita jodoh ya mbak bisa ketemu lagi di lain tempat...(Sambil PDKT)”
Cewek: “haha..(tertawa manis) bisa ja kamu ni mas...
 mang mas mau kemana nih..??”
Cowok: “hehe...Cuma jalan jalan ja di sekitar sini kok..(sambil cari cari kesempatan). La...mbak sendiri mau kemana....??”
Cewek: “sama kok..(sambil tersenyum lagi di sertai pipi lesungnya)”
Cowok: “eh..ngomong ngomong kita belum kenalan, nama Aku Bagus.(sambil menjulurkan tangan) nama kamu siapa...???”
Cewek: Aku Yasinda (sambil menyambut tangan bagus)

Merekapun saling kenal dan bertukar nomer HP. Setiap hari salalu sms dan telfon telfonan. Samapai akhirnya meraka jadian dan ke esokan harinya berencana mau ketemuan.
karena bagus nggak punya motor lalu yasinda lah yang menjemput bagus, pas di tengah perjalanan Yasinda mendapat musibah kecelakaan. Diapun terluka parah dan harus segera di bawa kerumah sakit. Tapi..bagus tidak tau kalau Yasinda mengalami kecelakaan, diapun masih tetep menunggu di rumahnya dengan sabar. Lalu Bagus Bertanya tanya mengapa sampai jam segini Yasinda masih belum sampai kerumahnya.
Kemudian Baguspun menelfon Hpnya Yasinda yang kebetulan di  bawa oleh ibunya, Ibunya pun langsung memberi tahu bahwa Yasinda mengalami kecelakaan. Baguspun terkejut dan segera menjenguk Yasinda yang teregeletak koma di rumah sakit. Sambil meneteskan Air mata Bagus berkata “Aku kan salalu menjagamu Apapun yang terjadi dan menerimamu apa adanya dengan setulus hati”. Yasinda yang Sedang Koma mendengar semua perkataan Bagus Dan meneteskan airmatanya juga.
Dokterpun datang dengan sedikit ragu mau mengatakan sesuatu, lalu dengan berat hati Dokterpun berkata bahwa Yasinda Tidak akan bisa melihat lagi di karenakan di bagian syaraf matanya mengalami kerusakn yang cukup parah yang mengakibatkan kebutaan.
            Hari berganti hari, Siang Berganti malam Baguspun tetap selalu setia menemani di samping Yasinda, yang setelah Hampir 2 Minggu Koma Akhirnya Yasinda tersadar dari Koma panjangnya dan Ketika dia membuka matanya diapun berkata “Mengapa disini sangat gelap sekali, dimanakah Aku gerangan. Bagus kamu dimana??”. “Aku berda disampingmu sinda”(sambil menahan air mata yang hampir jatuh).
            Yasindapun bertanya kepada bagus.”gus..kenapa disini gelap sekali,mati lampu ya..??”. Bagus yang sudah tidak kuat menahan air matanyapun langsung memeluk Yasinda dan berkata “Sinda Kata dokter Kamu Sudah tidak bisa melihat lagi gara gara kecelakan 2 Minggu yang lalu, Aku berjanji tidak akan menyia nyiakanmu lagi dan Aku bejanji tidak akan ninggalin kamu apapun yang terjadi karena aku sangat menyayangimu”. Dengan Nafas Lega Dan Tersenyum Yasindapun berkata kepada Bagus: “iya..gus aku percaya kok ma kamu”.
            Hari demi hari telah berlalu, Bagus selalu setia menemani dan merawat yasinda. Sampai pada ahkirnya tiba-tiba Baguspun terjatuh sakit dan di fonis dokter telah terkena kanker Hati Stadium lanjut dan dokter memvonis bahwa hidupnya tinggal 7 hari. Tapi..Bagus tidak memberi tahu Yasinda tentang Kanker yang di derinya.
            Seiring waktu berjalan batas waktu yang di tentukan dokterpun sudah tiba dan Baguspun mulai Kejang kejang. Orang tuanyapun panik dan segera membawanya ke rumah sakit. Saat sampai di RS Bagus menyempatkan diri memberi sepucuk surat kepada Orang Tuanya dan berpesan ketika nanti dia sudah meninggal untuk membrikan matanya kepada Yasinda dan minta tolong untuk memberikan surat terakhirnya yang dia simpan di dalam saku bajunya agar di samapaikan kepada Yasinda Ketika Dia sudah Tiada.
            Dokterpun segera merujuk Bagus kedalam Ruang UGD. Berjam Jampun telah berlalu dan dokterpun sudah berusaha dengan semaksimal mungkin, tapi apa danya Tuhan berkehendak lain dan Baguspun telah tiada. Dukapun telah menyelimuti keluarga Bagus. Keesokan harinya setelah kematian Bagus. Yasindapun di operasi, karena telah mendapat donor mata Dari Bagus. Dokter matapun berusaha semaksimal mungkin dan alhasil Yasindapun bisa melihat kembali, Kemudian Kedua orang tua Bagus menghampiri Yasinda dan memberikan sepucuk surat dari dari bagus yang di berikan untuknya sebelum dia meninggal sambil berkata “Sinda ada titipan surat dari Bagus”.


  • Yasindapun segera membuka isi surat itu dan membaca isi suratnya yang tertulis:

“Sayank...Selamat ya akhirnya Kamu Bisa Melihat Kembali, terima kasih juga selama hidupku ini telah memberikanku kesempatan untuk mengenalmu dan menjagamu,menyanyangimu dengan setulus hatiku. Aku sangat senang sekali bisa mendonorkan kedua mataku buat kamu. Semoga Mata Pemberianku ini bisa menjagamu sampai kelak kita disatukan kembali. Aku tunggu Kamu di keabadian nanti....I LOVE YOU SAYANK.”
TAMAT
Poskan Komentar
Call of Duty Black Ops 15th Prestige