Rabu, 29 Mei 2013

Pocong Penasaran (By: Farid Sodikin)


                Malam itu adalah malam jum’at kliwon, pada malan itu terlihat ada seseorang yang sedang menggali sebuah kuburan berumur 3 hari. Sebut saja dia Si Badrun, dia adalah orang yang sangat suka bermain ilmu – ilmu gaib.

       Dia menggali kuburan itu karena itu adalah syarat wajib untuk mendapatkan ilmu cepat kaya, setelah beberapa saat akhirnya Badrun dapatkan yang ia cari yaitu kain kafan, setelah ia mendapatkan kain kafannya dan menutup kembali kuburan yang ia gali tadi, ia segera meninggalkan kuburan itu dengan tergesa – gesa agar tidak ketahuan warga kampung.


       Pada malam berikutnya ada seorang tukang bakso melewati kuburan itu sambil bersiul untuk mengilangkan suasana sepi dan takut di dalam hatinya. Tepat di pintu gerbang kuburan, tiba – tiba sesosok pocong yang menghalangi si tukang bakso, dan seketika itu juga si tukang bakso tidak bisa bergerak dan ketakutan.

       Pada malam berikunya lagi, salah seorang penduduk mengaku pintu rumahnya di ketuk ketuk oleh seseorang, ternyata setelah pintunya di buka ternyata adalah sesosok pocong sedang berdiri didepan pintunya,walhasil si pemilik rumahpun pingsan di tempat.
       Karena ulah pocong tersebut, penduduk menjadi resah setelah banyak yang mengaku bertemu pocong setiap malam, pada akhirnya warga kampung memanggil seorang ustad untuk di mintai pertolongan untuk mengusir pocong itu.

       Setelah sang ustad berhasil mendeteksi keberadaan pocong tersebut, sang ustad dan para penduduk mendatangi kuburan tempat si pocong itu perada, lalu mereka menanyakan masalah tentang penerorannya kepada penduduk kampung.

       Lalau si pocong kemudian berbicara dan menyebutkan salah satu nama yang tak lain adalah si  Badrun, ia meminta kain kafan yang di curi si Badrun di kembalikan dan akhirnya Badrunpun mengembalikan kain kafan pesugihan yang ia curi itu. Dan ia menyesali akan perbuatannya  yang telah merugikan semua pihak. Setelah semuanya beres Sang Ustadpun membaca do’a untuk mengembalikan pocong itu ketempat asalnya dan kini kampung itu menjadi aman kembali.

TAMAT
Poskan Komentar
Call of Duty Black Ops 15th Prestige